Permintaan Smartphone Tak Pernah Surut, Home Credit Paling Banyak Salurkan Pembiayaan untuk Komoditas Ini

Permintaan Smartphone Tak Pernah Surut, Home Credit Paling Banyak Salurkan Pembiayaan untuk Komoditas Ini

28 September 2021
linkdin iconsfacebook iconstwitter iconswhatsapp iconsline iconscopy icons
Link copied to clipboard

JAKARTA, 7 JULI 2021 – Banyak yang bilang bahwa lebih baik ketinggalan dompet daripada ponsel. Smartphone atau ponsel pintar memang jadi salah satu barang penting yang bisa memudahkan aktivitas kita sehari-hari saat terkoneksi dengan internet. Keunggulan tersebut yang membuat penjualan smartphone tak pernah surut. Berbagai merek dan tipe smartphone beredar di pasaran dan dapat dibeli dengan beberapa cara, baik cash atau menggunakan layanan pembiayaan.

Dilansir dari data Home Credit Indonesia (Home Credit), perusahaan pembiayaan berbasis teknologi yang telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), smartphone menjadi komoditas yang paling banyak dibeli oleh pelanggan dengan menggunakan fasilitas pembiayaan Home Credit. Selama kuartal I 2021, dari total 274 ribu kontrak pembiayaan, sebanyak 66% nya ditujukan untuk pembelian smartphone. Selebihnya pembiayaan untuk barang elektronik dan TV (17%), lalu barang lainnya seperti laptop, gadget, furnitur, aksesoris mobil, dan fesyen sebanyak 17%. Adapun jika melihat data pada kuartal sebelumnya yaitu kuartal IV 2020, smartphone juga merupakan komoditas unggulan dengan presentase sebanyak 65% dari total 247 ribu kontrak. Jika dibandingkan secara q-t-q, maka untuk komoditas smartphone sendiri mengalami pertumbuhan yang positif sebesar 13%.

“Pembiayaan yang disalurkan Home Credit untuk komoditas smartphone memang memiliki porsi yang cukup besar dibanding komoditas lain. Hal tersebut tentu turut dipicu oleh kebutuhan masyarakat akan smartphone yang tak terbendung disertai berbagai inovasi yang ditawarkan oleh berbagai brand smartphone. Home Credit sendiri juga terus menguatkan kemitraan dengan beberapa brand smartphone besar dan berbagai merchant, baik itu e-commerce, ritel, dan toko-toko gadget konvensional yang tersebar di Indonesia. Kami ingin memberikan kemudahan akses pembiayaan kepada masyarakat termasuk dalam memiliki smartphone. Karena kami menyadari keunggulan dari smartphone yang memiliki berbagai fungsi untuk memenuhi kebutuhan yang semakin beragam,” jelas Animesh Narang selaku Direktur Utama Home Credit Indonesia.

Tren penggunaan smartphone oleh masyarakat Indonesia memang semakin berkembang. Berdasarkan survey Jakpat bertajuk ‘Indonesia Mobile Habit Trend 2020’, kebutuhan untuk mengakses internet apalagi selama pandemi semakin mendorong intensitas penggunaan smartphone. Dilihat dari hasil survey yang melibatkan 2.368 responden, penggunaan untuk komunikasi termasuk social media ada di urutan pertama atau sebanyak 97,3% responden melakukan aktivitas ini, lalu aktivitas hiburan seperti gaming dan streaming film/musik (76%), belanja dan transaksi online (74%), jasa transportasi dan pengiriman (52,6%), kegiatan belajar dan bekerja jarak jauh (50,2%), dan akses informasi kesehatan serta olahraga (27,9%). Khusus untuk kegiatan belajar dan bekerja jarak jauh yang kini cenderung menjadi kegiatan utama masyarakat karena adanya pembatasan kegiatan masyarakat, aktivitas yang paling sering dilakukan dengan smartphone mereka yaitu video call/conference, berbagi dokumen, koordinasi dengan tim, dan mengakses jurnal atau buku elektronik. Adanya aktivitas yang tinggi tersebut tentu membutuhkan smartphone dengan spesifikasi yang memadai, inilah yang mendorong orang untuk terus meningkatkan fitur smartphone nya termasuk berpindah ke smartphone seri terbaru.

Jika melihat pertumbuhan pasar smartphone secara nasional, data dari lembaga riset global GFK, menunjukkan bahwa terdapat kenaikan pada total nilai penjualan dari kuartal IV 2020 sebesar 34,5 milyar menjadi 34,7 milyar di kuartal I 2021. Dilihat secara year-on-year (kuartal I 2020 vs. kuartal I 2021), terdapat kenaikan sebesar 19,2% untuk nilai penjualan smartphone dan 16% kenaikan pada total unit yang terjual.

“Kami melihat bahwa tren pertumbuhan smartphone cenderung positif, di mana pada kuartal I tahun ini brand-brand besar meluncurkan berbagai model terbaru terutama untuk segmen premium. Sehingga dari data riset pasar yang kami lakukan, terlihat total nilai penjualan pun naik secara q-t-q. Adapun geliat industri smartphone juga didorong dengan adanya penetrasi internet yang kini menjangkau hingga ke pelosok Indonesia. Para pengguna ponsel banyak yang beralih dari 2G ke 3G/4G bahkan 5G. Selain itu, akses untuk bisa mendapatkan smartphone juga semakin mudah. Masyarakat dapat membeli smartphone baik secara online maupun offline,” ungkap Seno Buwono selaku Tech Account Director GFK.

Lebih lanjut Seno menerangkan bahwa walaupun tren pembelian online semakin meningkat apalagi di tengah situasi pandemi, namun pembelian secara offline tetap memberikan kontribusi yang besar. Di mana pada kuartal I 2021, pembelian smartphone melalui toko-toko gadget konvensional memiliki presentase sebesar 66,9% dari total penjualan yaitu 11,7 juta unit, lalu melalui toko ritel sebanyak 8,6%, sedangkan via online sebesar 24,5%. Saluran penjualan offline pun juga turut mendorong pertumbuhan penjualan smartphone secara bertahap tidak hanya di kota-kota besar tapi juga kota satelit.

Kemudahan akses untuk memiliki smartphone juga bisa didapatkan masyarakat melalui cara pembayaran yang memanfaatkan fasilitas pembiayaan, apalagi jika terdapat keringanan dalam mencicil seperti berbagai promo yang ditawarkan Home Credit. Hingga tanggal 19 Juli 2021, Home Credit menawarkan Promo Bunga Bisa 0% jika bayar cicilan tepat waktu untuk pembelian OPPO Find X3 Pro. Promo Bunga Bisa 0% memberikan keuntungan bagi pelanggan yang membayar cicilan tepat waktu selama 6 bulan berturut-turut untuk mendapatkan gratis 1x cicilan di bulan ketujuh sehingga bunga atas pembiayaan menjadi 0%. Selain itu, masyarakat juga dapat berkunjung ke acara Leasing Festivo 2021 yang diselenggarakan oleh VIVO dan didukung oleh Home Credit. Di acara tersebut, masyarakat dapat membeli smartphone VIVO favorit dan dapat mengajukan fasilitas pembiayaan dari Home Credit dengan Promo Bunga Bisa 0% jika bayar cicilan tepat waktu atau Promo Bunga 1,99% ditambah Gratis Biaya Admin sebesar Rp 199.000 untuk produk terpilih. Leasing Festivo kini berlangsung di Bandung Electronic Center serta Plaza Simpang Lima Semarang dan akan hadir di Bogor Trade Mall dan Plaza Jambu Dua Bogor. Seluruh informasi promo dari Home Credit berikut jadwal acara Leasing Festivo dapat diakses di https://www.homecredit.co.id/promo-dan-penawaran.



###



Tentang Home Credit Indonesia

Home Credit Indonesia merupakan perusahaan pembiayaan berbasis teknologi yang menyediakan pembiayaan untuk Konsumen yang ingin membeli barang-barang impian mereka seperti gadget & smartphone, peralatan rumah tangga, peralatan elektronik, dan furnitur. Berdiri pada tahun 2013, Home Credit Indonesia saat ini telah melayani lebih dari 4,7 juta pelanggan dan memiliki lebih dari 16.000 titik penjualan (data per 31 Desember 2020). Mitra kami saat ini adalah produsen dan peritel terkemuka baik offline dan online di antaranya Samsung, VIVO, OPPO, Realme, Erafone, Informa, Electronic City, Oke Shop, Global Teleshop, Hypermart, Trans Hello, Lotte Mart, ACE Hardware, Gramedia, Tokopedia, Bukalapak, Blibli, Citilink, dan lainnya dengan memberikan pelayanan yang mudah, sederhana, dan cepat. Silakan kunjungi www.homecredit.co.id untuk berita terbaru dan informasi lebih mendalam mengenai Home Credit Indonesia. Berikan Like di Facebook Home Credit Indonesia, ikuti halaman perusahaan kami di LinkedIn Home Credit Indonesia, dan follow Instagram kami di @homecreditid

Tentang Home Credit Group B.V

Home Credit Group B.V. (“HCGBV”) merupakan induk perusahaan dari bisnis Home Credit secara global, yang berkantor pusat di Belanda. Secara terpusat, HCGBV mengelola strategi utama Home Credit, yang mencakup teknologi, manajemen risiko, produk dan pendanaan, sembari terus beradaptasi mengikuti kebutuhan pasar lokal. HCGBV adalah spesialis di layanan pembiayaan konsumen di pasar negara berkembang (‘emerging market’). Saat ini HCGBV hadir di berbagai negara di (1) Eropa Tengah dan Eropa Timur (termasuk di antaranya Republik Ceko dan Slovakia); (2) Persemakmuran Negara-negara Merdeka (termasuk di antaranya Russia dan Kazakhstan); (3) Tiongkok; serta (4) Asia Selatan dan Asia Tenggara (termasuk di antaranya India, Indonesia, Vietnam dan Filipina).

Didirikan pada tahun 1997, Home Credit menyediakan layanan pembiayaan yang aman dan bertanggung jawab (responsible financing) bagi masyarakat dengan riwayat kredit minim, atau bahkan bagi mereka yang tidak memiliki riwayat kredit sama sekali. Home Credit juga mengemban misi untuk meningkatkan inklusi keuangan di negara-negara tempat mereka beroperasi dengan menyediakan layanan pembiayaan bagi pelanggan yang membutuhkan, kapanpun dan di manapun mereka berada, melalui jaringan distribusi omni-channel yang dimiliki. Dan pada akhirnya, memberikan pengalaman pelanggan yang positif dan aman selama mereka menggunakan layanan pembiayaan.

HCGBV tercatat telah melayani lebih dari 138,5 juta pelanggan di berbagai titik distribusi, yang terdiri dari 333,299 point-of-sales (POS), kantor pembiayaan, kantor cabang, kantor pos, dan ATM. Total aset konsolidasi HCGBV mencapai EUR 18,5 miliar. Semua angka yang terangkum di sini berdasarkan data hingga 31 Desember 2020, kecuali dinyatakan lain. Informasi lebih lanjut tentang HCGBV dapat diakses di www.homecredit.net.