Home Credit Ajak Masyarakat #DoItCerdas untuk Menuju Kebebasan Finansial

Home Credit Ajak Masyarakat #DoItCerdas untuk Menuju Kebebasan Finansial

19 November 2020
linkdin iconsfacebook iconstwitter iconswhatsapp iconsline iconscopy icons
Link copied to clipboard

JAKARTA, 13 November 2020 — Pandemi Covid-19 yang saat ini menjadi perhatian seluruh masyarakat dunia telah menyadarkan mereka tentang betapa pentingnya mengelola keuangan. Kendati perusahaan pembiayaan di Tanah Air, termasuk Home Credit, telah memberikan keringanan pembiayaan kepada masyarakat yang terdampak pandemi, saat ini masyarakat mulai memahami tentang pentingnya mengelola dan merencanakan keuangan dengan bijaksana agar tidak terjerat kesulitan keuangan di masa mendatang.

Melalui webinar #DoITCERDAS Workshop: Cara Cakep Atur Keuangan Buat Si Jiwa Pebisnis yang dilaksanakan pada 28 Oktober 2020, Home Credit Indonesia, perusahaan pembiayaan multiguna berbasis teknologi, mengajak semua kalangan, terutama generasi muda untuk belajar mengenai perencanaan keuangan yang baik agar bisa mencapai kebebasan finansial yang diinginkan.

Literasi dan perencanaan keuangan memang merupakan kebutuhan dasar bagi semua orang. Namun, kesadaran masyarakat Indonesia terhadap literasi keuangan saat ini masih tergolong rendah. Hasil Survey Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 2019 menyebutkan bahwa indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia baru mencapai 38,03%. Artinya, masih ada sekitar 61,97% masyarakat yang belum terliterasi.

Direktur External Affair Home Credit Indonesia Andy Nahil Gultom mengatakan bahwa literasi keuangan sangat penting agar masyarakat bisa mengatur keuangan dengan mudah, sehingga dapat meraih tujuan yang diinginkan dengan sumber daya (uang) yang kita miliki. Menurut Andy, ada beberapa prinsip yang harus dipegang untuk bisa menuju pada kebebasan finansial.

“Prinsipnya ada tiga hal. Pertama, menentukan financial goals, karena tanpa tujuan keuangan, kita tidak akan termotivasi. Kedua, mencatat semua pemasukan dan pengeluaran sebagai kebiasaan sehari-hari. Ketiga, menyisihkan uang untuk tabungan dan investasi, sebagai bentuk aksi nyata. Dengan kata lain, kita harus mendisiplinkan diri kita dengan tujuan keuangan yang sudah kita buat, dan melakukan eksekusi dengan jelas melalui tabungan dan investasi,” kata Andy.

Andy juga menekankan tentang betapa pentingnya menyusun anggaran keuangan dengan bijak dalam kehidupan sehari-hari. “Rumus yang bisa diingat adalah 4-3-2-1, yaitu 40% untuk biaya hidup, 30% untuk investasi, 20% untuk cicilan, dan 10% untuk amal. Ini adalah rumus yang ideal yang bisa diterapkan. Bagi yang memiliki cicilan, jadilah peminjam yang bertanggung jawab, kuncinya adalah fokus pada kebutuhan sebelum memenuhi keinginan,” ujar Andy.

Dalam webinar tersebut, Content Creator Rachel Goddard juga ikut memberikan tips untuk masyarakat atau generasi muda yang ingin mencapai kebebasan finansial. Rachel menceritakan bahwa untuk bisa mencapai kebebasan finansial, tidak bisa berharap pada satu sumber pemasukan, tetapi harus dari berbagai sumber, salah satunya melalui membuka usaha.

“Dari kecil aku enggak pernah malu untuk jualan, dari SD aku sudah jualan macam-macam, mulai dari jualan bantal yang terbuat dari kain flannel, berjualan pembatas buku, dan sebagainya. Menurutku, untuk mencapai financial goals, itu harus dari berbagai sumber, dari bisnis, investasi, dan sebagainya,” cerita Rachel.

Menurut Rachel, bisnis atau usaha harus dijalankan dengan serius dan dengan perencanaan yang matang. Bagi masyarakat yang baru ingin membuka usaha atau bisnis, Rachel mengatakan bahwa ada 4 kunci yang harus dipegang untuk bisa sukses menjalankan bisnis, yaitu 4P (product, price, promotion dan place).

“Keempat hal tersebut harus dipertimbangkan. Product, kita harus memilih produk yang kita suka dan memang kita tahu. Kemudian, price juga jangan terlalu mahal, harus disesuaikan dengan targetnya. Begitu juga dengan place atau lokasi, itu harus strategis. Yang terakhir adalah promosi, ini menjadi hal yang paling penting. Media sosial sangat membantu aku untuk promosi. Sekali lagi jangan pernah malu untuk berjualan.”



###



Tentang Home Credit Indonesia

Home Credit Indonesia merupakan perusahaan pembiayaan multiguna yang menyediakan pembiayaan di toko (pembiayaan non-tunai langsung di tempat) untuk Konsumen yang ingin membeli produk-produk seperti peralatan rumah tangga, peralatan elektronik, handphone, dan furnitur. Berdiri pada tahun 2013, Home Credit Indonesia saat ini telah melayani lebih dari 4,6 juta pelanggan, memiliki lebih dari 15.000 titik penjualan, dan memperkerjakan lebih dari 9.200 karyawan (data per 30 Juni 2020).  Mitra kami saat ini adalah produsen dan peritel terkemuka baik offline dan online di antaranya Samsung, VIVO, OPPO, Realme, Erafone, Informa, Electronic City, Oke Shop, Global Teleshop, Hypermart, Trans Hello, Lotte Mart, ACE Hardware, Gramedia, Tokopedia, Bukalapak, Blibli, Citilink, dan lainnya dengan memberikan pelayanan yang mudah, sederhana, dan cepat. Silakan kunjungi www.homecredit.co.id untuk berita terbaru dan informasi lebih mendalam mengenai Home Credit Indonesia. Berikan Like di Facebook Home Credit Indonesia, ikuti halaman perusahaan kami di LinkedIn Home Credit Indonesia, dan follow Instagram kami di @homecreditid


Tentang Home Credit N.V

Home Credit N.V. (“HCNV”) merupakan induk perusahaan dari bisnis Home Credit secara global, yang berkantor pusat di Belanda. Secara terpusat, HCNV mengelola strategi utama Home Credit, yang mencakup teknologi, manajemen risiko, produk dan pendanaan, sembari terus beradaptasi mengikuti kebutuhan pasar lokal. HCBV adalah spesialis di layanan pembiayaan konsumen di pasar negara berkembang (‘emerging market’). Saat ini HCBV hadir di berbagai negara di (1) Eropa Tengah dan Eropa Timur (termasuk di antaranya Republik Ceko dan Slovakia); (2) Persemakmuran Negara-negara Merdeka (termasuk di antaranya Russia dan Kazakhstan); (3) Tiongkok; serta (4) Asia Selatan dan Asia Tenggara (termasuk di antaranya India, Indonesia, Vietnam dan Filipina).

Didirikan pada tahun 1997, Home Credit menyediakan layanan pembiayaan yang aman dan bertanggung jawab (responsible financing) bagi masyarakat dengan riwayat kredit minim, atau bahkan bagi mereka yang tidak memiliki riwayat kredit sama sekali. Home Credit juga mengemban misi untuk meningkatkan inklusi keuangan di negara-negara tempat mereka beroperasi dengan menyediakan layanan pembiayaan bagi pelanggan yang membutuhkan, kapanpun dan dimanapun mereka berada, melalui jaringan distribusi omni-channel yang dimiliki. Dan pada akhirnya, memberikan pengalaman pelanggan yang positif dan aman selama mereka menggunakan layanan pembiayaan.

HCNV tercatat telah melayani lebih dari 123,7 juta pelanggan di berbagai titik distribusi, yang terdiri dari 453.539 point-of-sales (POS), kantor pembiayaan, kantor cabang, kantor pos, dan ATM. Total aset konsolidasi HCNV mencapai EUR 25,6 miliar. Semua angka yang terangkum di sini berdasarkan data hingga 30 Juni 2019, kecuali dinyatakan lain. Informasi lebih lanjut tentang HCNV dapat diakses di www.homecredit.net.

HCNV 100% dimiliki oleh Home Credit Group B.V