Belakangan ini kualitas udara di ibu kota sukses menjadi bahan omongan. Nggak cuma waktu makan siang, sambil menunggu giliran naik lift pun orang-orang semangat banget ngomongin Jakarta yang masuk ke dalam daftar kota paling polutif. Bukan isapan jempol belaka, kualitas udara di Jakarta memang terbukti nggak sehat. Menurut data dari AirVisual, Jakarta sempat menempati peringkat pertama sebagai kota dengan udara terburuk di dunia. Sedih banget nggak, sih?
 

Penyebab udara Jakarta tercemar

 
Penyebab udara Jakarta tercemar
 
Bukan sulap bukan sihir, bukan juga simsalabim abrakadabra. Tercemarnya udara nyatanya disebabkan oleh beberapa faktor. Dirangkum dari berbagai sumber, ini tiga penyebab tercemarnya udara di Jakarta:
 
  • Meningkatnya jumlah kendaraan bermotor
Sadar nggak sih kalau jumlah kendaraan bermotor di Jakarta makin bertambah setiap harinya? Nggak cuma macet, hal tersebut juga mempengaruhi tingkat emisi yang ada. Bareng debu-debu yang beterbangan, udara di Jakarta menjadi tercemar dan berbahaya untuk dihirup. Rasanya, nggak heran kalau akhirnya banyak orang yang mengalami sesak napas atau bahkan mengidap penyakit infeksi saluran pernapasan akut alias ISPA.
 
  • Adanya pembangkit listrik tenaga uap (PLTU)
Dikutip dari Kompas.com, menurut Leonard Simanjuntak selaku Kepala Greenpeace Indonesia, PLTU yang berada dalam radius 100 kilometer di sekitar Jakarta juga menjadi faktor tercemarnya udara. Menurutnya, PLTU menyumbang 33% – 36% dari faktor yang termasuk dalam kategori polutan. Memang sih kita butuh banget listrik untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Tetapi, batu bara yang menjadi bahan utama PLTU nyatanya adalah salah satu polutan terbesar.
 
  • Pabrik di sekitar Jakarta
Sebagai warga Jakarta, kamu pasti sudah tau kalau ada beberapa pabrik yang berdiri kokoh di sekitar Jakarta. Tepatnya, pabrik-pabrik yang berada di daerah Jakarta Timur dan Bekasi. Menggunakan batu bara untuk mendukung produksi mereka, pabrik-pabrik tersebut otomatis juga menjadi salah satu polutan yang membuat udara di Jakarta tercemar.
 

Buruknya kualitas udara di Jakarta

 
Buruknya kualitas udara di Jakarta
 
“Ah, yang penting masih bisa bernapas,” pikirmu. Well, udara yang kamu hirup saat bernapas nyatanya sudah tercemar oleh berbagai macam polutan. Dikutip dari Kompas.com, rata-rata harian kualitas udara di Jakarta dengan indikator PM 2.5 pada tahun 2018 adalah 45,3 mikrogram per meter kubik udara. Sementara itu, World Health Organization alias WHO menetapkan pedoman kualitas udara rata-rata harian sebesar 25 mikrogram per meter kubik udara. Dengan kata lain, rata-rata harian kualitas udara di Jakarta lebih buruk 4,5 kali lipat dari batas aman dan batas sehat yang sudah ditetapkan WHO. Sekarang sudah terbayang belum gimana buruknya kualitas udara di Jakarta?
 
Walau nggak dirasakan langsung saat bernapas, udara buruk yang kamu hirup ngasih dampak negatif yang nggak main-main buat kesehatan. Mulai dari sakit tenggorokan, asma, ISPA, penyakit paru-paru lainnya, juga berbagai penyakit yang berhubungan dengan saluran pernapasan. Bahkan, berdasarkan penelitian, tercemarnya udara bisa meningkatkan risiko penyakit kanker pada anak-anak. Selain itu, perkembangan paru-paru dan fungsi kongnitifnya juga ikut terganggu. Seram!
 

Menghadapi udara yang tercemar

 
Mengatasi udara yang tercemar
 
Hidup dan tinggal di Jakarta memang penuh tantangan. Selain bangun lebih pagi supaya dapat tempat duduk di KRL, kamu juga harus pintar mencari cara untuk menghadapi udara yang tercemar. Simple-nya sih kamu bisa mulai mempraktekkan dua hal di bawah ini:
 
  • Pilih masker untuk di luar ruangan
Sepele tapi efektif, selalu memakai masker waktu berada di luar ruangan harus dibiasakan. Soalnya, nggak ada yang tau polutan apa saja yang terkandung di dalam udara yang kita hirup. Gampangnya, kamu bisa pakai masker yang ditawarin abang ojek online atau beli di minimarket terdekat. Tetapi, kalau mau “lebih serius” menghadapi udara yang tercemar ini, kamu bisa memilih masker yang dilengkapi berbagai fitur pendukung, seperti masker yang diproduksi oleh Xiaomi. Kalau tertarik, langsung cek di Tokopedia, ya!
 
  • Pakai air purifier di dalam ruangan
Walau di dalam ruangan lebih terjaga, bukan berarti udara yang kamu hirup benar-benar bebas dari polutan. Mulai dari jendela sampai pintu yang terbuka, keduanya berpotensi membawa udara yang tercemar masuk ke dalam. Jadi, nggak ada salahnya loh menggunakan air purifier di dalam ruangan. Berfungsi untuk membersihkan udara dan membantu menjaga sirkulasinya, air purifier membuatmu mendapatkan asupan udara dengan kualitas yang lebih baik. Selain itu, air purifier juga dilengkapi beberapa fungsi tambahan. Mulai dari mengatur kelembapan ruangan, sebagai pengharum ruangan, sampai menyaring serbuk sari bunga yang biasanya menyebabkan alergi. Kamu bisa kunjungi Tokopedia untuk membelinya dengan mudah.
 
Setelah mengetahui penyebab dan cara menghadapi udara yang tercemar, yuk sama-sama berusaha meminimalisir produksi polutan. Sebab, tinggal di Jakarta kan nggak cuma sehari dua hari saja. Kalau setiap hari menghirup udara yang tercemar, bisa terbayang kan gimana buruknya kondisi kesehatanmu nantinya?

Jangan lupa untuk menggunakan Home Credit ya sebagai metode pembayarannya ya, banyak keuntungan yang bisa kamu dapatkan, salah satunya yakni cicilannya yang cukup ringan.

ARTIKEL TERKAIT:
Footer Logo

PT Home Credit Indonesia merupakan perusahaan pembiayaan multiguna yang memberikan layanan pembiayaan bagi pelanggan yang berbelanja secara online maupun offline. Kami juga menyediakan pembiayaan multiguna bagi pelanggan setia kami agar mereka dapat memenuhi kebutuhan finansial mereka.

Kami hadir untuk menjadikan apa yang Anda inginkan dalam jangkauan dengan mengubah cara dunia berbelanja.

Anda Bisa!

Kantor Pusat:

PT Home Credit Indonesia

Plaza Oleos Lantai 8

Jl. TB Simatupang No. 53A

Jakarta Selatan 12520
E-mail: care@homecredit.co.id
Telepon: (+62) 21 295 39655
Fax: (+62) 21 227 80155
Back to Top