Kunjungi Manado, Home Credit Indonesia Dorong Generasi Muda Kelola Keuangan Lewat Program Literasi Keuangan

27 Juni 2019

Manado, 27 Juni 2019 – Fenomena banyaknya kesalahan dalam pengelolaan keuangan kerap terjadi di Indonesia. Banyak faktor yang menyebabkan hal itu terjadi, mulai dari gaya hidup, tabunya membicarakan uang karena sering dipandang sebagai hal yang negatif dan sensitif, hingga kurangnya pengetahuan yang diperoleh. Bahkan menurut Teens&Money Survey Findings, 2011, 82% remaja mengaku mendapatkan pendidikan literasi keuangan dari orang tuanya. 
 
Menyikapi hal tersebut, Home Credit Indonesia, perusahaan pembiayaan berbasis teknologi global, hari ini menyambangi Universitas Negeri Manado untuk menggelar kelas Literasi Keuangan kepada mahasiswa-mahasiswi yang bertemakan “Jadilah Wirausaha dan Cerdas Finansial”.
 
Semenjak 2014, Home Credit Indonesia sudah melakukan kelas Literasi Keuangan yang diikuti oleh 5.375 peserta di Indonesia. Manado menjadi kelas literasi keuangan ke 53 dengan jumlah peserta sebanyak 125 orang. Home Credit Indonesia menyadari bahwa masih banyak masyarakat Indonesia yang belum memiliki pengetahuan dan keterampilan memadai mengenai produk dan layanan keuangan. Bahkan, berdasarkan data yang diungkap OJK, baru 29,7% masyarakat yang memahami literasi keuangan, ini masih dibawah target 2019 sebesar 35%. Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Home Credit Indonesia untuk berperan aktif dalam mendukung pemerintah dalam meningkatkan pemahaman masyarakat dalam mengelola keuangan serta penggunaan produk dan layanan lembaga keuangan.
 
Andy Nahil Gultom, Chief External Affairs PT Home Credit Indonesia mengatakan, “Sebagai perusahaan pembiayaan yang lancar, andal, dan aman di dunia yang semakin terhubung ini, Home Credit Indonesia senantiasa mendukung pemerintah dalam memberikan edukasi keuangan kepada generasi muda untuk menghadapi era digital. Di tahun 2019 ini, kami kembali hadir di Sulawesi, kali ini khususnya Manado, untuk melanjutkan misi kami dalam memberikan pemahaman literasi keuangan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Melalui kegiatan ini, diharapkan mampu mendorong generasi muda mengelola keuangannya dengan baik, hingga menumbuhkan jiwa wirausaha.”
 
Dalam kegiatan ini, Home Credit Indonesia memberikan pemahaman bagaimana mengelola keuangan dengan benar, diantaranya adalah memahami perbedaan kebutuhan vs. keinginan, karena masih banyak sekali masyarakat Indonesia yang belum memahami dengan benar mengenai kebutuhuan dan keinginan, dan terjebak dengan gaya hidup. Tidak hanya itu, dalam kegiatan hari ini, para mahasiswa-mahasiswi Universitas Negeri Manado diberikan pemahaman mengenai tujuan keuangan, investasi dan tentunya wirausaha yang dapat dilakukan sejak usia muda.
 
Dalam perkembangan teknologi, Home Credit Indonesia percaya akan adanya tantangan untuk meningkatkan inklusi keuangan digital. Kemampuan literasi digital yang masih rendah, salah satu faktornya adalah kurangnya informasi serta pengetahuan yang diperoleh oleh masyarakat. Oleh sebab itu, untuk menghadapi tantangan tersebut, Home Credit Indonesia senantiasa berkomitmen dalam membangun infrastruktur lunak seperti edukasi merata dan berkelanjutan kepada masyarakat.
 
Sesuai dengan tema “Jadilah Wirausaha dan Cerdas Finansial”, kegiatan hari ini dikemas sangat menarik. Selain materi presentasi yang dibawakan oleh Home Credit, para mahasiswa dan mahasiswi diajak bermain sebuah games yang mengasah kemampuan mereka selama sesi pemberian materi dalam kelas berlangsung. Mereka juga diajak untuk terlibat dalam sebuah diskusi interaktif yang membangun pola pikir seorang wirausahawan yang kreatif namun tetap cerdas secara finansial.
 
“Setelah mengikuti kegiatan bermanfaat hari ini, diharapkan para generasi muda mampu mengelola keuangannya dengan benar dan menjadi wirausaha yang cerdas finansial di masa mendatang,” tambah Andy.
 
Sepanjang kuartal pertama di tahun 2019, Home Credit Indonesia telah melaksanakan 3 kegiatan literasi keuangan, termasuk di Manado. Pada Februari lalu, Home Credit Indonesia berkesempatan mengunjungi Universitas Lambung Mangkurat di Banjarmasin dan pada April lalu kegiatan Literasi Keuangan telah berlangsung di Universitas Nusa Cendana, Kupang, Nusa Tenggara Timur. Melalui 3 kegiatan tersebut, Home Credit Indonesia telah mengedukasi sebanyak 350 generasi muda Indonesia. Inisiatif ini akan terus dilakukan sepanjang tahun 2019 ini dengan menargetkan total 1000 peserta.
 
Bukan hanya mengedukasi masyarakat melalui kegiatan literasi keuangan, Home Credit Indonesia juga menjalankan program literasi keuangan secara online lewat #DoITCERDAS yang diharapkan dapat lebih menjangkau masyarakat lebih banyak lagi. Home Credit Indonesia secara aktif memposting konten keuangan melalui media sosial Instagram dan YouTube.
 

###

Tentang Home Credit Indonesia
Home Credit Indonesia merupakan perusahaan pembiayaan multiguna yang menyediakan pembiayaan di toko (pembiayaan non-tunai langsung di tempat) untuk Konsumen yang ingin membeli produk-produk seperti alat rumah tangga, alat-alat elektronik, handphone dan furnitur. Berdiri pada tahun 2013 dan saat ini telah melayani lebih dari 3,6 juta pelanggan, memiliki lebih dari 18.000 titik penjualan dan memperkerjakan sekitar 11.000 karyawan (data per 31 Desember 2018). Mitra kami saat ini adalah produsen dan peritel terkemuka diantaranya Erafone, Home Solution, Informa, Electronic City, IKEA, Oke Shop, Global Teleshop, Hypermart, Trans Hello, Lotte Mart, ACE Hardware, Gramedia dan lain sebagainya. Kami memberikan pelayanan yang mudah, sederhana dan cepat. Silakan kunjungi www.homecredit.co.id untuk berita terbaru dan informasi lebih mendalam mengenai Home Credit Indonesia. Likes Facebook Home Credit Indonesia dan ikuti halaman perusahaan kami di LinkedIn Home Credit Indonesia serta follow Instagram kami di @homecreditid


Tentang Home Credit
Home Credit N.V. (“HCNV”) merupakan induk perusahaan dari bisnis Home Credit secara global, yang berkantor pusat di Belanda. Secara terpusat, HCNV mengelola strategi utama Home Credit, yang mencakup teknologi, manajemen risiko, produk dan pendanaan, sembari terus beradaptasi mengikuti kebutuhan pasar lokal. HCBV adalah spesialis di layanan pembiayaan konsumen di pasar negara berkembang (‘emerging market’). Saat ini HCBV hadir di berbagai negara di (1) Eropa Tengah dan Eropa Timur (termasuk di antaranya Republik Ceko dan Slovakia); (2) Persemakmuran Negara-negara Merdeka (termasuk di antaranya Russia dan Kazakhstan); (3) Tiongkok; serta (4) Asia Selatan dan Asia Tenggara (termasuk di antaranya India, Indonesia, Vietnam dan Filipina).

Didirikan pada tahun 1997, Home Credit menyediakan layanan pembiayaan yang aman dan bertanggungjawab (responsible financing) bagi masyarakat dengan riwayat kredit minim, atau bahkan bagi mereka yang tidak memiliki riwayat kredit sama sekali. Home Credit juga mengemban misi untuk meningkatkan inklusi keuangan di negara-negara tempat mereka beroperasi dengan menyediakan layanan pembiayaan bagi pelanggan yang membutuhkan, kapanpun dan dimanapun mereka berada, melalui jaringan distribusi omni-channel yang dimiliki. Dan pada akhirnya, memberikan pengalaman pelanggan yang positif dan aman selama mereka menggunakan layanan pembiayaan.

HCNV tercatat telah melayani lebih dari 123,7 juta pelanggan di berbagai titik distribusi, yang terdiri dari 453.539 point-of-sales (POS), kantor pembiayaan, kantor cabang, kantor pos, dan ATM. Total aset konsolidasi HCNV mencapai EUR 25,6 miliar. Semua angka yang terangkum di sini berdasarkan data hingga 30 Juni 2019, kecuali dinyatakan lain. Informasi lebih lanjut tentang HCNV dapat diakses di www.homecredit.net.
 
Pemegang saham tunggal dari HCNV adalah Home Credit Group B.V. (‘HCGBV’). Pada tahun 2019, HCBV memberikan sebagian kecil operasi non-inti, termasuk bisnisnya di Amerika Serikat, kepada HCGBV. Pengumuman ini disajikan seolah operasi kecil dan non-inti tersebut dimiliki oleh HCGBV pada 1 Januari 2018. 91,12% kepemilikan saham HCGBV dimiliki oleh PPF Financial Holdings B.V.


PPF Financial Holdings secara 100% merupakan anak perusahaan dari PPF Group N.V. (“PPF”). PPF melakukan investasi ke berbagai segmen pasar seperti perbankan dan jasa keuangan, telekomunikasi, asuransi, real estate, pertambangan logam, pertanian, ritel, dan bioteknologi. Jangkauan PPF mencakup wilayah Eropa hingga Russia, Amerika Serikat, dan juga Asia. PPF memiliki aset sebesar EUR 34,5 miliar (per 31 Desember 2018). Informasi lebih lanjut tentang PPF dapat diakses di www.ppf.eu

Kepemilikan minoritas (8,88%) dari Home Credit Group B.V. dimiliki oleh EMMA OMEGA LTD, sebuah perusahaan induk investasi yang dimiliki oleh Jiří Šmejc. Informasi lebih lanjut tentang Emma Capital dapat diakses di
 www.emmacapital.cz

Informasi lebih lanjut silakan hubungi:  
Freya Pradieta Laksmono
VP Brand Strategy & Communications
PT. Home Credit Indonesia
Email: ms.info@homecredit.co.id
Phone: 021 29659655
Footer Logo

PT Home Credit Indonesia merupakan perusahaan pembiayaan multiguna yang memberikan layanan pembiayaan bagi pelanggan yang berbelanja secara online maupun offline. Kami juga menyediakan pembiayaan multiguna bagi pelanggan setia kami agar mereka dapat memenuhi kebutuhan finansial mereka.

Kami hadir untuk menjadikan apa yang Anda inginkan dalam jangkauan dengan mengubah cara dunia berbelanja.

Anda Bisa!

Kantor Pusat:

PT Home Credit Indonesia

Plaza Oleos Lantai 8

Jl. TB Simatupang No. 53A

Jakarta Selatan 12520
E-mail: care@homecredit.co.id
Telepon: (+62) 21 295 39655
Fax: (+62) 21 227 80155
Back to Top