Partisipasi Home Credit Indonesia di Konferensi Tech in Asia 2018 di Jakarta: Transformasi Digital Bagi Bisnis Pembiayaan

23 Oktober 2018

Jakarta, 23 Oktober 2018Konferensi Tech in Asia sudah diselenggarakan sejak tahun 2012 untuk menghubungkan ekosistem startup teknologi dalam bentuk tatap muka secara langsung dengan para pakar di bidangnya, sebagai bagian dari misi untuk membangun dan melayani komunitas teknologi. Konferensi Tech in Asia diselenggarakan di Singapura, Tokyo, dan Jakarta, dimana rangkaian event ini telah berkembang menjadi salah satu Konferensi yang terbesar di Asia.

Konferensi Tech in Asia merupakan Konferensi bergengsi yang telah menghadirkan lebih dari 160 pembicara terkemuka dari berbagai industri dan melibatkan lebih dari 530 korporasi terkemuka. Tech in Asia Jakarta 2018 memastikan perusahaan tetap berada kurva terdepan dengan mengungkap tren terbaru, khususnya di dunia digital. Konferensi Tech in Asia membangun koneksi dengan para pemimpin industri dan individu yang passionate dalam komunitas teknologi.

Miroslav Hlavac, Chief Marketing & Strategy Officer, PT Home Credit Indonesia hadir dalam Konferensi Tech in Asia di Jakarta sebagai salah satu panelis dalam diskusi panel bertajuk Transformasi Digital Bisnis Pembiayaan (Digital Transformation of Financing Business), yang menekankan bagaimana Transformasi Digital dilakukan oleh Home Credit dari awal beroperasi di Indonesia, hingga kini mampu bersaing di industri – bahkan kini Home Credit sudah menjadi pemimpin dalam industri pembiayaan, terutama untuk layanan dan kategori barang konsumsi tahan lama (consumer durables).

Industri pembiayaan sejak tahun 1995 sudah hadir dengan adanya sekitar 254 perusahaan. Tetapi saat krisis moneter melanda di tahun 1998, sangat berpengaruh pada pertumbuhan industri pembiayaan, hanya ada sekitar 30 perusahaan yang mampu bertahan di industri ini, dan seiring berjalannya waktu, perusahaan pembiayaan kembali bangkit mewarnai industri bisnis di Indonesia. Namun, hingga saat ini perusahaan pembiayaan masih dianggap konvensional.

Menyikapi hal tersebut, Home Credit hadir memulai operasinya di tahun 2013 dengan menawarkan layanan pembiayaan yang berbeda dari standar di pasaran. Untuk dapat memperoleh layanan pembiayaan Home Credit, pelanggan hanya perlu menyiapkan dokumen pendukung yang ada di dalam dompet (KTP merupakan syarat utama), dan seluruh proses aplikasi dilakukan berdasarkan teknologi. Home Credit juga terus melakukan peningkatan layanan dengan mempercepat proses aplikasi dari 2 jam menjadi hanya sekitar 30 menit saja.

Sebagai perusahaan dengan reputasi internasional yang mengubah cara dunia berbelanja, Home Credit sangat siap dalam menghadapi persaingan di era digital, baik dengan perusahaan pembiayaan maupun bersaing perusahaan teknologi finansial yang kini semakin menjamur. Transformasi ke arah digital sudah dilakukan Home Credit, di antaranya menerapkan sistem paperless, yaitu mengurangi pemakaian kertas untuk proses administratif seperti melakukan validasi nomor telepon pelanggan melalui Kode Verifikasi (One Time Password atau OTP); mengembangkan teknologi e-KTP Reader yang dapat membaca KTP pelanggan secara otomatis; menggunakan Big Data untuk meningkatkan kualitas proses identifikasi dan seleksi risiko calon pelanggan; mengembangkan aplikasi mobile My Home Credit yang memudahkan pelanggan mencari informasi mengenai produk dan layanan terbaru; dan masih banyak lagi. Semua ini dilakukan Home Credit untuk terus memberikan layanan terbaik demi memenuhi kebutuhan pelanggan.

Home Credit yakin transformasi digital tidak berhenti dilakukan di situ saja. Ke depannya, inovasi terus dilakukan diantaranya dengan fokus mengembangkan bisnis pembiayaan online; memperkaya fitur aplikasi mobile untuk meningkatkan frekuensi interaksi dengan pelanggan; melakukan digitalisasi proses di internal; mengimplementasikan proses yang cepat ke instan – dalam arti proses persetujuan yang semakin cepat dari 30 menit menjadi sekitar 3 menit saja; hingga pembayaran yang dapat dilakukan menggunakan kode QR.

Melalui diskusi panel ini, Home Credit juga menekankan bahwa banyak sekali keuntungan yang diperoleh perusahaan dengan adanya transformasi digital ini, salah satunya adalah dapat mempercepat pertumbuhan bisnis karena banyaknya inovasi yang dapat dilakukan. Dengan melangkah ke era digital, tentunya akan mengurangi biaya operasional dan semua proses dapat lebih terukur.

Layanan Home Credit sendiri saat ini sudah dapat dinikmati di 128 kota di tanah air dengan lebih dari 18.000 titik penjualan yang tersebar di Indonesia dan telah melayani lebih dari 3,1 juta pelanggan di Indonesia. Home Credit juga sudah bermitra dengan lebih dari 10.000 mitra baik untuk bisnis online maupun offline. Hingga saat inipun, Home Credit mampu mengelola risiko pembiayaan bermasalah yang ditetapkan oleh OJK yaitu dengan angka 0,56%.
 

###

Tentang Home Credit Indonesia
Home Credit Indonesia merupakan perusahaan pembiayaan multiguna yang menyediakan pembiayaan di toko (pembiayaan non-tunai langsung di tempat) untuk Konsumen yang ingin membeli produk-produk seperti alat rumah tangga, alat-alat elektronik, handphone dan furnitur. Berdiri pada tahun 2013 dan saat ini telah melayani lebih dari 3,6 juta pelanggan, memiliki lebih dari 18.000 titik penjualan dan memperkerjakan sekitar 11.000 karyawan (data per 31 Desember 2018). Mitra kami saat ini adalah produsen dan peritel terkemuka diantaranya Erafone, Home Solution, Informa, Electronic City, IKEA, Oke Shop, Global Teleshop, Hypermart, Trans Hello, Lotte Mart, ACE Hardware, Gramedia dan lain sebagainya. Kami memberikan pelayanan yang mudah, sederhana dan cepat. Silakan kunjungi www.homecredit.co.id untuk berita terbaru dan informasi lebih mendalam mengenai Home Credit Indonesia. Likes Facebook Home Credit Indonesia dan ikuti halaman perusahaan kami di LinkedIn Home Credit Indonesia serta follow Instagram kami di @homecreditid


Tentang Home Credit
Home Credit N.V. (“HCNV”) merupakan induk perusahaan dari bisnis Home Credit secara global, yang berkantor pusat di Belanda. Secara terpusat, HCNV mengelola strategi utama Home Credit, yang mencakup teknologi, manajemen risiko, produk dan pendanaan, sembari terus beradaptasi mengikuti kebutuhan pasar lokal. HCBV adalah spesialis di layanan pembiayaan konsumen di pasar negara berkembang (‘emerging market’). Saat ini HCBV hadir di berbagai negara di (1) Eropa Tengah dan Eropa Timur (termasuk di antaranya Republik Ceko dan Slovakia); (2) Persemakmuran Negara-negara Merdeka (termasuk di antaranya Russia dan Kazakhstan); (3) Tiongkok; serta (4) Asia Selatan dan Asia Tenggara (termasuk di antaranya India, Indonesia, Vietnam dan Filipina).

Didirikan pada tahun 1997, Home Credit menyediakan layanan pembiayaan yang aman dan bertanggungjawab (responsible financing) bagi masyarakat dengan riwayat kredit minim, atau bahkan bagi mereka yang tidak memiliki riwayat kredit sama sekali. Home Credit juga mengemban misi untuk meningkatkan inklusi keuangan di negara-negara tempat mereka beroperasi dengan menyediakan layanan pembiayaan bagi pelanggan yang membutuhkan, kapanpun dan dimanapun mereka berada, melalui jaringan distribusi omni-channel yang dimiliki. Dan pada akhirnya, memberikan pengalaman pelanggan yang positif dan aman selama mereka menggunakan layanan pembiayaan.

HCNV tercatat telah melayani lebih dari 123,7 juta pelanggan di berbagai titik distribusi, yang terdiri dari 453.539 point-of-sales (POS), kantor pembiayaan, kantor cabang, kantor pos, dan ATM. Total aset konsolidasi HCNV mencapai EUR 25,6 miliar. Semua angka yang terangkum di sini berdasarkan data hingga 30 Juni 2019, kecuali dinyatakan lain. Informasi lebih lanjut tentang HCNV dapat diakses di www.homecredit.net.
 
Pemegang saham tunggal dari HCNV adalah Home Credit Group B.V. (‘HCGBV’). Pada tahun 2019, HCBV memberikan sebagian kecil operasi non-inti, termasuk bisnisnya di Amerika Serikat, kepada HCGBV. Pengumuman ini disajikan seolah operasi kecil dan non-inti tersebut dimiliki oleh HCGBV pada 1 Januari 2018. 91,12% kepemilikan saham HCGBV dimiliki oleh PPF Financial Holdings B.V.


PPF Financial Holdings secara 100% merupakan anak perusahaan dari PPF Group N.V. (“PPF”). PPF melakukan investasi ke berbagai segmen pasar seperti perbankan dan jasa keuangan, telekomunikasi, asuransi, real estate, pertambangan logam, pertanian, ritel, dan bioteknologi. Jangkauan PPF mencakup wilayah Eropa hingga Russia, Amerika Serikat, dan juga Asia. PPF memiliki aset sebesar EUR 34,5 miliar (per 31 Desember 2018). Informasi lebih lanjut tentang PPF dapat diakses di www.ppf.eu

Kepemilikan minoritas (8,88%) dari Home Credit Group B.V. dimiliki oleh EMMA OMEGA LTD, sebuah perusahaan induk investasi yang dimiliki oleh Jiří Šmejc. Informasi lebih lanjut tentang Emma Capital dapat diakses di
 www.emmacapital.cz

Informasi lebih lanjut silakan hubungi:  
Freya Pradieta Laksmono
VP Brand Strategy & Communications
PT. Home Credit Indonesia
Email: ms.info@homecredit.co.id
Phone: 021 29659655
Footer Logo

PT Home Credit Indonesia merupakan perusahaan pembiayaan multiguna yang memberikan layanan pembiayaan bagi pelanggan yang berbelanja secara online maupun offline. Kami juga menyediakan pembiayaan multiguna bagi pelanggan setia kami agar mereka dapat memenuhi kebutuhan finansial mereka.

Kami hadir untuk menjadikan apa yang Anda inginkan dalam jangkauan dengan mengubah cara dunia berbelanja.

Anda Bisa!

Kantor Pusat:

PT Home Credit Indonesia

Plaza Oleos Lantai 8

Jl. TB Simatupang No. 53A

Jakarta Selatan 12520
E-mail: care@homecredit.co.id
Telepon: (+62) 21 295 39655
Fax: (+62) 21 227 80155
Back to Top